Dongeng yang telah usai

August 13, 2008

Hari ini dongeng-dongeng telah usai. Nawang Wulan, dengan selendang pusaka, telah kembali lagi ke kahyangan. Cinderela pun telah makan tenang bersama keluarga kerajaan dengan cawan perak, sendok garpu dari gading, dan piring porselen terbaik dari Cina. Loro Jonggrang tidak lagi meminta Bandung Bondowoso membuat 1000 candi, dia memilih untuk meminta 1000 rusunami. Dan Minke telah bertemu Annelies di Nederland, untuk memulai hidup sebagai petani bunga tulip, ditengah-tengah bumi manusia.

Ya, tadi malam, ibu menyelesaikan semua dongeng itu, hingga aku lelap tertidur. Nanti malam takkan ada lagi yang mendongeng dan didongengkan. Suara gesek daun yang tertiup angin dan binatanglah yang akan mengisi sepi malam. Aku tahu, aku akan merindukan semua dongeng-dongeng itu. Rindu akan suara ibu, yang menyusup hangat membelai jiwa, memberi rasa aman. Suara merdu ummi, serupa kidung rumekso ing wengi yang dibaca penuh dengan penghayatan, untuk anak semata wayang yang baginya belum juga dewasa.

Gerbong-gerbong cerita telah berhenti, namun tidak gerbong-gerbong cintanya. Biarpun tiap dongeng telah usai, namun kehangatan itu masih hidup, membakar gelora rindu yang lebih dalam.

Ya, nanti malam aku akan sendiri, menerawang dalam cawan misteri, untuk mereka-reka dongeng buat esok hari. Dongeng bagi generasi sesudahku.

3 Responses to “Dongeng yang telah usai”

  1. ФHi said

    every story has its own time, he he…

  2. bri said

    setiap katanya penuh arti
    respito bri link di web bri

  3. bri said

    setiap katanya penuh arti
    respito bri link ya

Leave a Reply